K3S Kecamatan Prambon Berkomitmen untuk Revitalisasi Bahasa Jawa di Pembelajaran Sekolah Dasar

Aug 27, 2025 - 15:21
Aug 27, 2025 - 17:28
 0  74
K3S Kecamatan Prambon Berkomitmen untuk Revitalisasi Bahasa Jawa di Pembelajaran Sekolah Dasar
Antusiasme Guru SD Kecamatan Prambon dalam Pengimbasan Guru Master Revitalisasi Bahasa Daerah

Prambon, 27 Agustus 2025 – Sebanyak 35 guru kelas dari sekolah dasar negeri dan swasta se-Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, mengikuti kegiatan pengimbasan Guru Master yang difokuskan pada revitalisasi bahasa daerah, khususnya Bahasa Jawa. Acara yang berlangsung di SDN Wonoplintahan 2, Kecamatan Prambon, pada Rabu, 27 Agustus 2025, ini merupakan bagian dari program kerja Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Sekolah Dasar di wilayah tersebut, dengan tujuan memperkuat kapasitas guru dalam melestarikan dan menghidupkan kembali bahasa dan budaya lokal melalui pembelajaran di sekolah.

Kegiatan pengimbasan ini dirancang sebagai respons terhadap tantangan menurunnya penguasaan bahasa daerah di kalangan generasi muda, terutama dalam konteks pendidikan formal. Dengan mengusung tema "Penguatan Guru dalam Revitalisasi Bahasa Jawa di Sekolah Dasar", acara ini bertujuan untuk:

- Meningkatkan kompetensi guru dalam penggunaan Bahasa Jawa secara lisan dan tulis.
- Memberikan strategi pembelajaran yang kreatif dan kontekstual dalam mengintegrasikan bahasa daerah ke dalam kurikulum.
- Menumbuhkan kesadaran kolektif di kalangan pendidik tentang pentingnya pelestarian bahasa sebagai bagian dari identitas budaya lokal.

Melalui pendekatan peer mentoring dan pelatihan langsung (hands-on training), para peserta dibekali dengan keterampilan praktis yang dapat langsung diimplementasikan di kelas.

Acara ini menghadirkan lima narasumber kompeten yang masing-masing menguasai ranah khas dalam ekspresi Bahasa Jawa. Setiap sesi dirancang secara tematik untuk memastikan pendekatan yang holistik dan menyeluruh:

- Drs. Sunardi, membimbing peserta dalam penguasaan Aksara Jawa, mulai dari pengenalan huruf, cara menulis, hingga penerapannya dalam konteks pembelajaran. Ia menekankan pentingnya literasi tulis dalam aksara tradisional sebagai fondasi pelestarian bahasa.

- Peni Rejeki Swastika, S.Pd. memandu pelatihan menulis dan membaca Geguritan (Puisi Jawa), membantu guru memahami struktur, irama, dan nilai estetika dalam puisi berbahasa Jawa. Para guru diajak menulis geguritan sederhana yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran sastra lokal.

- Juniarsih Dyah Purwanti, S.Pd., dengan pengalaman luas dalam dunia pendidikan karakter, mengisi sesi Mendongeng Jawa (Dongeng). Ia menunjukkan bagaimana dongeng tradisional dapat menjadi alat efektif untuk menanamkan nilai moral sekaligus memperkenalkan kosakata dan struktur bahasa Jawa secara alami.

- Dwi Prihandini, S.Pd., menyampaikan materi tentang Cerita Cekak (Cerita Pendek Berbahasa Jawa), memberikan contoh-contoh karya sastra pendek yang dapat dikembangkan menjadi bahan bacaan siswa, serta strategi pengajaran membaca dan menulis dalam konteks lokal.

- Mukhammad Ali Makhfudz Sidiq, M.Pd., selaku akademisi dan praktisi pendidikan bahasa, memandu sesi Pidato Berbahasa Jawa. Ia memberikan teknik berbicara di depan umum dengan Bahasa Jawa yang baik dan benar, termasuk etika berbahasa (unggah-ungguh basa), yang sangat relevan untuk digunakan dalam upacara, lomba, atau kegiatan sekolah.

Peserta mentoring terdiri dari 35 guru kelas dari berbagai SD negeri dan swasta se-Kecamatan Prambon. Mereka aktif dalam setiap sesi, menunjukkan antusiasme tinggi dalam berlatih menulis aksara Jawa, membuat geguritan, serta mempraktikkan pidato dan mendongeng. Kolaborasi antar-guru dari berbagai latar belakang sekolah juga memperkaya dinamika diskusi dan pertukaran ide.

Kegiatan ini memiliki makna strategis dalam upaya membangkitkan kembali Bahasa Jawa di ranah pendidikan dasar. Sebagai ujung tombak pembelajaran, guru memiliki peran sentral dalam menentukan apakah bahasa daerah akan hidup atau punah di generasi mendatang. Dengan membekali guru dengan keterampilan dan kepercayaan diri, program ini tidak hanya meningkatkan kompetensi pedagogis, tetapi juga memperkuat komitmen mereka sebagai agen pelestari budaya.

“Guru bukan hanya pengajar, tapi juga penjaga warisan budaya. Saat ini kita perlu membiasakan kembali siswa agar lebih sering berbicara menggunakan krama inggil saat bertemu dengan orang yang lebih tua.” tegas Sukarto, S.Pd., M.Si. 

Inisiatif ini merupakan bagian dari gerakan lebih luas oleh K3S SD Kecamatan Prambon yang secara konsisten mendorong integrasi nilai-nilai lokal ke dalam praktik pendidikan. Dalam kerangka Pembelajaran Mendalam, K3S melihat peluang besar untuk memanfaatkan Pembelajaran Intrakurikuler dan Kokurikuler sebagai sebagai wadah revitalisasi bahasa daerah. Melalui proyek tematik berbasis budaya lokal, siswa tidak hanya belajar bahasa atau sastra, tetapi juga mengalami langsung nilai-nilai kearifan lokal.

Kegiatan pengimbasan ini juga selaras dengan arahan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo yang mendorong sekolah-sekolah untuk mengembangkan muatan lokal berbasis budaya. Dengan demikian, K3S Prambon tidak hanya merespons kebijakan, tetapi juga menjadi pelopor dalam inovasi pendidikan berbasis identitas lokal.

Pengimbasan guru utama ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan revitalisasi Bahasa Jawa di Kecamatan Prambon. Ke depan, K3S berencana menyusun modul pembelajaran Bahasa Jawa berbasis konteks lokal, serta menggelar lomba keterampilan berbahasa daerah (pidato, mendongeng, geguritan) antar-SD se-Kecamatan Prambon sebagai bentuk tindak lanjut.

Dengan komitmen kolektif dari para guru dan dukungan struktural dari K3S, diharapkan Bahasa Jawa tidak lagi menjadi bahasa yang hanya didengar di rumah atau acara adat, tetapi menjadi bagian hidup dari ekosistem pendidikan di Prambon dipelajari, digunakan, dan dicintai oleh generasi muda.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow