Bekal Masa Depan dari Bangku Sekolah: Siswa SDN Temu 1 & 2 dan SDN Simogirang 1 & 2 Eksplorasi Dunia Konten Digital
Sidoarjo, Sabtu, 10 Oktober 2026 — Perkembangan teknologi digital membuka banyak peluang bagi generasi muda untuk belajar, berkreasi, dan menghasilkan karya yang bermanfaat. Untuk mengenalkan peluang tersebut sejak dini, kegiatan **Digital Studentpreneur II** hadir dengan melibatkan siswa kelas IV, V, dan VI dari SDN Temu 1, SDN Temu 2, SDN Simogirang 1, dan SDN Simogirang 2. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN Simogirang 1 pada Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran di kelas pada umumnya. Siswa tidak hanya diajak memahami materi, tetapi juga didorong untuk berani menyampaikan ide, mengembangkan imajinasi, dan mengenal cara memanfaatkan teknologi secara kreatif. Melalui proses pembelajaran yang menarik, mereka diharapkan dapat menemukan potensi diri sekaligus membangun kepercayaan diri untuk mencoba hal-hal baru.
Dalam kegiatan Digital Studentpreneur II, terdapat tiga materi utama yang dipelajari, yaitu **Storytelling, Video Storytelling, dan Desain e-book**. Ketiga materi tersebut dirancang untuk memperkenalkan siswa pada proses kreatif dalam menghasilkan konten digital, mulai dari menyusun sebuah cerita hingga mengemasnya menjadi karya yang lebih menarik dan informatif.
Pada materi storytelling, siswa diperkenalkan dengan cara menyampaikan cerita secara runtut, jelas, dan menarik agar pesan yang disampaikan dapat dipahami oleh pendengar. Kemampuan bercerita ini juga menjadi sarana untuk melatih keberanian, kemampuan berkomunikasi, serta mengembangkan daya imajinasi. Melalui cerita sederhana, siswa belajar bahwa setiap ide memiliki nilai dan dapat disampaikan dengan cara yang kreatif.
Selanjutnya, materi video storytelling mengajak siswa mengenal cara mengubah sebuah cerita menjadi konten berbentuk video. Siswa diperkenalkan pada bagaimana cerita dapat disampaikan melalui perpaduan visual dan alur yang menarik. Sementara itu, dalam materi desain e-book, siswa belajar mengenal buku digital sebagai media untuk menyajikan informasi dan cerita dengan tampilan yang lebih kreatif. Kedua materi ini memberikan gambaran bahwa teknologi dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan karya yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki pesan dan manfaat bagi orang lain.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ruang untuk mengenal teknologi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar mengembangkan kreativitas sejak usia sekolah. Di tengah perkembangan dunia digital yang semakin pesat, kemampuan berkomunikasi, berpikir kreatif, dan mengolah informasi menjadi bekal penting bagi generasi muda. Melalui pembelajaran tersebut, siswa diharapkan dapat lebih bijak dalam menggunakan teknologi serta mampu melihat berbagai peluang positif di dalamnya.
Pelaksanaan Digital Studentpreneur II ini melibatkan empat sekolah yang turut mendukung pengembangan potensi peserta didik. SDN Temu 1 dipimpin oleh Hendra Pranata, S.Pd., SDN Temu 2 oleh Ani Ismiarsi, S.Pd.SD., SDN Simogirang 2 oleh Yunus Mahuluda, S.Pd.SD., serta SDN Simogirang 1 oleh Fatimatuh Zuhro, S.Pd.SD. sebagai tuan rumah kegiatan. Kolaborasi antarsekolah ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih beragam dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan tidak hanya membawa pulang pengetahuan baru, tetapi juga semangat untuk terus belajar dan berani mencoba. Setiap cerita yang disampaikan, video yang dibuat, maupun desain yang dihasilkan dapat menjadi langkah awal untuk mengenali kemampuan diri dan mengembangkan kreativitas. Dengan pendampingan serta kesempatan belajar yang tepat, siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih percaya diri, inovatif, dan mampu memanfaatkan teknologi secara positif.
Digital Studentpreneur II menjadi salah satu langkah untuk menyiapkan generasi muda yang tidak hanya mengenal teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya untuk menciptakan sesuatu yang bernilai. Sebab, karya besar tidak selalu dimulai dari sesuatu yang luar biasa, melainkan dari ide sederhana, keberanian untuk mencoba, dan kemauan untuk terus belajar sejak bangku sekolah.
What's Your Reaction?