Kegiatan Pondok Ramadan SRUNISAGED Dengan Pengelolaan Sampah Organik menjadi Kompos

Kegiatan pondok ramadan SRUNISAGED di hari ke empat dengan program PAISLOVE ramadan yaitu cinta lingkungan. Di implementasikan dalam bentuk menjaga kebersihan lingkungan, bu Dinda memberikan inovasi pembelajaran dengan mengelolah limbah sampah organik menjadi kompos. Sehingga besar harapan dalam kegiatan ini siswa mampu menyadari akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Mar 17, 2025 - 22:30
Mar 17, 2025 - 22:31
 0  5
Kegiatan Pondok Ramadan SRUNISAGED Dengan Pengelolaan Sampah Organik menjadi Kompos

[ SRUNISAGED ] - Semangat ramadan sangat terasa di SD Negeri Sruni 1 Gedangan dengan kegaiatn pesantren kilat atau pondok ramadan siswa - siswi sangat antusias dalam mengikuti kegiatan. Pondok Ramadan dimulai tanggal 12 Maret 2025 hingga tanggal 18 Maret 2025 dengan tema yang berbeda setiap penjuru kelas. Dengan adanya banyak tema konsep yang digunakan dalam kegiatan lebih luas, tidak hanya fokus dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga pemahaman dalam mencintai lingkungan dan Pemahaman Digital. 

    Kegiatan Pondok Ramadan ini diikuti oleh selurah siswa - siswi SD Negeri Sruni 1 Gedangan. Tetapi, beberapa materi yang dipelajari ada salah satu materi yang sangat menarik yaitu tentang pengelolaan sampah. Disini ada dua kelas yang memiliki materi yang sama yaitu kelas 3 dan kelas 4. Kelas 3 pembelajaran dilakukan dengan memperkenalkan dan membedakan tentang perbedaan sampah sedangnkan, kelas 4 mempelajari pengolahan sampah menjadi barang yang berguna.

    Pada bulan Suci Ramadan, kita diingatkan dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sehingga Bu Dinda selaku pemateri dan guru kelas 4 berinisiatif melakukan pembelajaran dengan mengolah limbah sampah organik atau limbah rumah tangga menjadi pupuk kompos. Dengan kegiatan ini Bu Dinda berharap bahwa siswa - siswi sadar akan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitarnya. 

    Tanggal 15 Maret 2025, kegiatan dilakukan di ruang kelas 4. Kegiatan dimulai dengan pemaparan pengenalan mengenai pengolahan sampah organik menjadi kompos. Setelah itu, siswa - siswi diarahkan untuk melakukan praktik secara langsung dengan didampingi oleh bu Dinda. Langkah pertama untuk praktek pembuatan kompos yaitu menyiapkan bahan - bahan yang diperlukan seperti: Timba/Toples sebagi wadah pupuk, Sekam arang, Air, Gula Jawa / Gula Putih, Cairan EM4, Sampah rumah tangga (sayur, buah, dedaunan, kulit telur, dll) 

    Pengomposan akan menghasilkan dua kompos yaitu, kompos kering dan kompos cair (Air Lindi). Pengomposan dilakukan secara alami sehingga membutuhkan waktu yang begitu lama kurang lebih 3 bulan untuk penguraian kompos kering, tetapi untuk kompos cair atau lindi bisa di panen setiap 1 bulan. Bu Dinda memanfaatkan Bakteri EM4 yang di campur dengan larutan gula sehingga menjadi bakteri aktif yang membantu proses pengomposan lebih cepat.

Besar harapan dalam pembelajaran ini siswa - siswi mampu memanfaatkan dan mengelola limbah yang ada di lingkungan sekitar menjadi barang yang berguna sehingga bisa mengurangi adanya pencemaran limbah yang ada.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

dindanurmar Kami team Buletin SDN Sruni 1