SDN Wedi Gelar Program TURAJA (Sabtu Cara Jawa), Lestarikan Budaya Jawa Sejak Dini
Gedangan – Suasana berbeda tampak di SDN Wedi Gedangan pada setiap Sabtu pagi. Seluruh siswa dan guru mengenakan pakaian adat Jawa serta menggunakan bahasa Jawa dalam aktivitas sehari-hari melalui program TURAJA (Sabtu Cara Jawa) yang mulai dilakukan sejak awal Januari 2025 hingga sekarang. Program ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah kepada para siswa sejak usia dini.
Kegiatan TURAJA dilaksanakan setiap hari Sabtu dengan berbagai aktivitas bernuansa tradisional. Para siswa diajak menggunakan bahasa Jawa krama maupun ngoko dalam komunikasi di lingkungan sekolah. Selain itu, siswa juga mengenakan busana adat Jawa seperti kebaya, lurik, dan beskap sehingga suasana sekolah terasa kental dengan budaya tradisional.
Kepala sekolah menyampaikan bahwa program TURAJA bertujuan untuk menjaga kelestarian budaya Jawa di tengah perkembangan zaman dan pengaruh budaya modern. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan tidak hanya mengenal budaya Jawa, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai sopan santun dan tata krama dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak-anak perlu dikenalkan dengan budaya daerahnya sendiri agar tidak melupakan jati diri bangsa. Dengan program TURAJA, kami ingin menanamkan rasa bangga terhadap budaya Jawa,” ujarnya.
Selain berbahasa Jawa dan memakai pakaian adat, para siswa juga dikenalkan pada berbagai budaya tradisional seperti permainan rakyat, tembang Jawa, hingga makanan khas daerah. Kegiatan tersebut disambut antusias oleh siswa karena memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan berbeda dari biasanya.
Program ini juga mendapat dukungan dari orang tua siswa yang melihat dampak positifnya dalam keseharian anak-anak. Beberapa siswa bahkan mulai menggunakan bahasa Jawa di rumah sebagai bentuk kebanggaan dan keterlibatan.
Para guru berharap program TURAJA dapat terus berjalan secara rutin dan menjadi budaya positif di sekolah. Dengan adanya kegiatan ini, SDN Wedi Gedangan tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga wadah pelestarian budaya lokal bagi generasi muda.
What's Your Reaction?