SMP Negeri 2 Waru Gelar Penyambutan, Penanaman Melon, Panen Raya Pokcoy dan Workshop PKB Guru Tahun Ajaran 2026/2027

Oct 31, 2026 - 15:25
 0  2
SMP Negeri 2 Waru Gelar Penyambutan, Penanaman Melon, Panen Raya Pokcoy dan Workshop PKB Guru Tahun Ajaran 2026/2027

Waru, 29 Oktober 2026— SMP Negeri 2 Waru menggelar rangkaian kegiatan penyambutan tamu, penanaman melon, panen raya pakcoy, serta Workshop Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Guru dan Tenaga Kependidikan Tahun Ajaran 2026/2027 pada Kamis (29/10). Kegiatan ini berlangsung di lingkungan SMP Negeri 2 Waru dan dilanjutkan dengan acara inti di aula sekolah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan para tamu di lapangan sekolah. Suasana penyambutan berlangsung meriah dengan penampilan jingle dari ekstrakurikuler Pramuka, dilanjutkan dengan penampilan Paskibra. Para tamu juga disambut oleh anggota OSIS, MPK, kader Adiwiyata, serta bapak dan ibu guru beserta staf SMP Negeri 2 Waru.

Setelah penyambutan, para tamu diarahkan menuju ruang transit Kepala Sekolah. Selanjutnya, rombongan mengikuti kegiatan penanaman melon yang diawali dengan penjelasan mengenai proses pertumbuhan tanaman, mulai dari bibit hingga munculnya tunas. Para tamu kemudian melakukan praktik menanam melon secara bersama-sama sebagai bentuk pengenalan budidaya tanaman secara langsung.

Kegiatan berlanjut ke greenhouse untuk menyaksikan proses budidaya tanaman hidroponik dan panen raya pakcoy. Dalam kunjungan tersebut, para tamu memperoleh penjelasan mengenai cara menanam pakcoy, penggunaan air dan media tanam, perawatan tanaman agar tumbuh sehat, serta perkiraan usia pertumbuhannya hingga siap dipanen. Kedatangan rombongan disambut oleh anggota Pramuka, Paskibra, OSIS, MPK, kader Adiwiyata, dan para guru yang membentuk barisan menyerupai terowongan menuju area greenhouse.

Usai kegiatan pertanian, rombongan diajak berkeliling untuk melihat sejumlah fasilitas dan lingkungan sekolah. Kunjungan tersebut mencakup proses pembangunan tangga menuju kelas VIII di dekat kantin serta area tanaman herbal dan rempah-rempah di gazebo dekat kelas IX A. Sebelum memasuki acara inti, para tamu beristirahat sejenak di Kantor Kepala Sekolah.

Workshop PKB: Dorong Peningkatan Kompetensi dan Integritas Pendidik

Rapat Kerja SMPN 2 Waru Berjalan Lancar Menyongsong Tahun Ajaran 2025/2026
Acara inti dilaksanakan di aula SMP Negeri 2 Waru dengan mengusung tema Workshop Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Guru dan Tenaga Kependidikan Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan dibuka oleh pembawa acara Ibu Umriyah Rohmah, S.Pd., kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya bersama-sama. 

Kepala SMP Negeri 2 Waru, Bapak Ahmad Anwar, menyambut kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya pengembangan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan sekaligus penyampaian materi oleh Bapak Ridho Prasetyo, S.S.STP., M.A.P., selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo.

Dalam pemaparannya, Bapak Ridho menyampaikan sejumlah rencana dan aspirasi terkait peningkatan kualitas pendidikan yang diupayakan untuk tahun 2027. Beberapa hal yang disoroti meliputi pendekatan guru dengan tempat tinggal dan lingkungan sekolah, penanganan anak tidak sekolah di Kabupaten Sidoarjo, peningkatan kesejahteraan guru, penguatan perekrutan Guru Pendamping Khusus (GPK) yang berpengalaman, serta optimalisasi pembangunan dan fasilitas sekolah.

Ia juga menekankan pentingnya memberikan kesempatan pendidikan yang setara bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Menurutnya, sekolah diharapkan tidak menolak peserta didik ABK, melainkan berupaya menyediakan lingkungan belajar yang inklusif dengan dukungan fasilitas yang sesuai.

“Saya mengapresiasi sekolah-sekolah yang bisa menerima anak ABK, dan akan kami fasilitasi. Semoga bisa digunakan dan bermanfaat dengan baik," ujarnya.

Selain pendidikan inklusif, Bapak Ridho turut menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan dan radikalisme. Ia mengajak para pendidik untuk terus meningkatkan kompetensi, baik melalui pendidikan formal maupun informal, serta menumbuhkan semangat belajar dari dalam diri sendiri.

“Terus semangat, tingkatkan kompetensi Bapak Ibu. Tidak harus formal, informal juga banyak. Saya yakin sekarang Bapak Ibu dapat mengakses informasi dengan mudah. Terus tumbuhkan semangat dari dalam diri sendiri,” pesannya.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Bapak Muchammad Qolbir R., S.Pd.I., kemudian sesi foto bersama.

ASN Berintegritas dan Penguatan Kode Etik Guru
Peningkatan Kompetensi Profesional Guru melalui Kegiatan Upskilling dan Reskilling | BBPPMPV BOE Malang
Sesi berikutnya diisi oleh Bapak Moh. Sobirin, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala Bidang Profesional Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo, yang menyampaikan materi mengenai ASN berintegritas, kedisiplinan, dan kode etik pendidik.

Dalam pemaparannya, Bapak Sobirin mengajak para guru untuk menyusun modul ajar yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan pembelajaran masing-masing. Ia menekankan bahwa modul ajar seharusnya disusun dengan kesungguhan dan ketulusan agar benar-benar dapat diterapkan dalam proses pembelajaran.

“Ayo kita lakukan sesuai dengan seharusnya yang harus kita lakukan,” tegasnya saat membahas pentingnya menaati kode etik.

Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan memiliki pengaruh jangka panjang terhadap kehidupan masyarakat. Menurutnya, hasil dari proses mendidik dan penanaman pola pikir kepada peserta didik saat ini akan terlihat dalam kehidupan mereka pada masa mendatang. Oleh karena itu, guru perlu memberikan teladan yang baik, terutama karena masa remaja merupakan fase ketika anak mudah mengamati, merekam, dan mencontoh perilaku orang-orang di sekitarnya.

Bapak Sobirin menyoroti tiga aspek utama yang menentukan kualitas sekolah, yaitu disiplin, kode etik, dan ketahanan. Kepala sekolah, guru, serta tenaga kependidikan memiliki tanggung jawab untuk menjaga profesionalisme dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan.

“Jadikan disiplin sebagai fondasi sekolah ini untuk menjadi kepercayaan masyarakat,” pesannya.

Pada sesi ini, peserta juga berkesempatan mengikuti tanya jawab bersama Bapak Ridho terkait persoalan mutasi. Diskusi tersebut menjadi ruang bagi para pendidik untuk menyampaikan pertanyaan dan memperoleh penjelasan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan dunia pendidikan.

Penguatan Disiplin Positif dan Pencegahan Perundungan

Materi selanjutnya disampaikan oleh Ibu Lisa Kartikawati, S.S., M.M., selaku Kasi Pembinaan Peserta Didik dan Pembinaan Karakter Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo. Ia membahas implementasi disiplin positif dan upaya mewujudkan lingkungan pendidikan yang bebas dari perundungan.

Dalam pemaparannya, Ibu Lisa menjelaskan pengertian perundungan, berbagai tempat terjadinya perundungan, serta ketentuan hukum yang mengatur tindakan tersebut. Pembahasan ini mencakup perundungan yang terjadi antarguru maupun antarmurid, sehingga pencegahan perundungan menjadi tanggung jawab seluruh warga sekolah, bukan hanya peserta didik.

Ia menekankan pentingnya membangun hubungan yang saling menghormati, baik di antara sesama tenaga pendidik maupun antara peserta didik. Lingkungan sekolah yang aman dan nyaman perlu diwujudkan melalui sikap saling menghargai, kesadaran akan dampak perundungan, serta penerapan disiplin positif dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui materi tersebut, para guru dan tenaga kependidikan diharapkan mampu mengenali berbagai bentuk perundungan, memahami aturan yang berlaku, serta berperan aktif dalam mencegah dan menangani perundungan di lingkungan sekolah. Dengan demikian, tercipta lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan seluruh warga sekolah.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow