Festival Lintas Budaya: Angklung, Reog, dan Lontong Kupang Menyatukan Generasi di SDN Banjarsari
“Budaya bukan sekadar warisan, melainkan jembatan yang menyatukan lintas generasi. Di SDN Banjarsari, semangat itu hidup dalam Festival Lintas Budaya yang penuh warna, suara, dan rasa.”
Awal yang Menggugah
Bayangkan suasana sekolah yang biasanya riuh dengan canda anak-anak, kini berubah menjadi panggung budaya yang meriah. Dari layar proyektor terpancar video kisah Reog Cemandi, menghipnotis siswa kelas 1 hingga 6 dengan gerakan gagah dan penuh makna. Tak berhenti di sana, denting angklung interaktif segera mengajak mereka ikut serta, tangan mungil bergerak kompak menghasilkan harmoni yang memikat.
Rangkaian Kegiatan
Festival ini dirancang inklusif, melibatkan seluruh siswa dari kelas 1 sampai 6. Kegiatan berlangsung dengan alur yang memikat:
Penayangan video Reog: Memberikan wawasan sejarah dan filosofi Reog Cemandi.
Belajar angklung interaktif: Siswa diajak memainkan alat musik tradisional dengan cara menyenangkan.
Arak-arakan Reog Cemandi: Diiringi angklung dan kendang, suasana menjadi semakin hidup.
Kuliner khas Lontong Kupang: Festival ditutup dengan santapan khas Sidoarjo yang menggugah selera.
Antusiasme siswa terlihat jelas. Safeea siswi kelas 4 berkata dengan mata berbinar:
“Saya senang sekali bisa belajar angklung. Rasanya seperti jadi bagian dari musik besar. Apalagi saat arak-arakan Reog, seru banget!”
Mischa siswi kelas 3 menambahkan:
“Makan lontong kupang enak sekali. Baru pertama kali saya coba, ternyata rasanya unik dan bikin nagih.”
Ibu Kepala Sekolah, Siti Atiulloh, M.Pd., menyampaikan kebanggaannya:
“Festival Lintas Budaya ini bukan hanya hiburan, tetapi juga pendidikan karakter. Anak-anak belajar menghargai budaya lokal, bekerja sama, dan merasakan kebersamaan lintas generasi. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut agar siswa semakin cinta budaya bangsa.”
Makna Festival
Festival ini bukan sekadar acara seremonial. Ia menjadi wadah inklusif yang mempertemukan generasi muda dengan kekayaan budaya lokal. Angklung, Reog, dan Lontong Kupang bukan hanya simbol tradisi, tetapi juga media pembelajaran yang menyenangkan.
Dengan wajah ceria, siswa-siswi SDN Banjarsari pulang membawa pengalaman baru: ilmu tentang budaya, kebersamaan, dan rasa bangga menjadi bagian dari Indonesia yang kaya tradisi.
What's Your Reaction?