Jum’at Manis di Banjarsari: Doa, Sedekah, dan Istighosah

Aug 7, 2026 - 10:58
 0  0
Jum’at Manis di Banjarsari: Doa, Sedekah, dan Istighosah
Siswa SDN Banjarsari BERSAHAJA

Suasana pagi di SDN Banjarsari terasa berbeda setiap kali datang Jum’at Legi, hari istimewa dalam penanggalan Jawa. Di hari itu, seluruh warga sekolah melaksanakan kegiatan pembiasaan yang dikenal dengan nama Jum’at Manis. Rangkaian kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana menanamkan nilai spiritual, sosial, dan kebersamaan bagi anak-anak.

BANSER BERSAHAJA: Bersedekah, Istighosah, dan Sholat Dhuha

Kegiatan dimulai dengan Sholat Dhuha berjamaah di depan kelas 1,2, dan 3. Anak-anak berbaris rapi, wajah mereka memancarkan semangat ibadah. Setelah itu, dilanjutkan dengan istighosah, doa bersama untuk memohon perlindungan dan keberkahan dari Allah SWT.

Tak berhenti di situ, kegiatan dilengkapi dengan Banjarsari Bersedekah (BANSER BERSAHAJA). Siswa membawa sedekah sesuai kemampuan. Semua dikumpulkan dalam kotak sedekah, lalu infaq digunakan untuk membangun Mushollah dan berkurban.

Guru-guru menekankan bahwa sedekah bukan soal jumlah, melainkan niat tulus. Dengan cara ini, anak-anak belajar bahwa berbagi adalah bagian dari ibadah dan wujud kepedulian.

Manfaat untuk Anak-Anak

Kegiatan Jum’at Manis membawa banyak manfaat bagi siswa:

1. Pembiasaan ibadah: Anak-anak terbiasa melaksanakan sholat dhuha dan doa bersama.

2. Pendidikan karakter: Melatih keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan.

3. Kebersamaan sekolah: Guru, tendik, dan siswa berbaur dalam suasana hangat.

4. Penguatan budaya lokal: Menghargai tradisi Jawa dengan menjadikan Jum’at Legi sebagai momentum khusus.

Suara dari Siswa

Kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam bagi anak-anak. Beberapa siswa menyampaikan pendapat mereka:

Aisyah, kelas 4, berkata:

“Aku senang bisa sholat dhuha bareng teman-teman. Rasanya lebih khusyuk kalau dilakukan bersama-sama. Sedekah juga bikin aku merasa ikut membantu orang lain.”

Sementara Frans, kelas 5, menambahkan:

Jum’at Manis bikin aku merasa dekat dengan guru dan teman-teman. Aku jadi tahu kalau berbagi itu penting, meskipun sedikit.”

Pendapat siswa ini menunjukkan bahwa kegiatan bukan hanya rutinitas, tetapi benar-benar membekas dalam hati mereka.

Makna Kebersamaan

Jum’at Manis di SDN Banjarsari adalah contoh nyata bagaimana sekolah bisa menjadi pusat pembentukan karakter. Dari doa bersama hingga sedekah, semua kegiatan sarat makna. Anak-anak belajar bahwa kebersamaan dan kepedulian adalah bagian penting dari kehidupan.

Guru dan komite sekolah mendukung penuh kegiatan ini, memastikan bahwa setiap Jum’at Legi menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Dengan adanya pembiasaan ini, sekolah tidak hanya mendidik anak-anak dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk mereka menjadi pribadi yang berakhlak mulia.

Penutup

Jum’at Manis bukan sekadar nama kegiatan, melainkan simbol manisnya kebersamaan di SDN Banjarsari. Dari BANSER BERSAHAJA hingga doa bersama, setiap langkah membawa anak-anak lebih dekat pada nilai spiritual dan sosial.

Dengan semangat berbagi dan berdoa, SDN Banjarsari membuktikan bahwa pendidikan sejati adalah yang menyentuh hati, membentuk karakter, dan menumbuhkan kebersamaan. ????✨

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

admin_sdnbanjarsari Halo, saya admin portal medsos SDN Banjarsari! Tugas saya bukan sekedar posting, tapi merangkai cerita dari setiap kegiatan sekolah agar bisa dinikmati semua warga. Dari pawai, lomba, hingga bazar — saya hadir untuk mendokumentasikan momen, membagikan semangat, dan menyebarkan inspirasi melalui goresan artikel. Ikuti terus update kami, karena setiap kegiatan punya cerita seru untuk dibagikan!