Kreasi Warna di Atas Kaos: Serunya Membatik Jumput di SDN Banjarsari
Banjarsari - 12 September 2026 - “Kreativitas dan kebersamaan siswa SDN Banjarsari mewarnai hari dengan kegiatan kokurikuler membatik jumput, menciptakan karya penuh warna dan makna.”
Belajar Seni Lewat Kegiatan Kokurikuler
Pagi yang cerah di SDN Banjarsari disambut dengan semangat dan tawa anak-anak. Di depan kelas 1–3, area sekolah berubah menjadi ruang seni terbuka. Banner bekas digelar sebagai alas, dan di atasnya tersusun rapi kaos putih, karet gelang, kelereng, serta uang koin — perlengkapan sederhana untuk kegiatan kokurikuler membatik jumput pada kaos.
Setiap siswa membawa kaos putih dari rumah. Dengan penuh antusias, mereka mulai membuat motif jumputan didampingi oleh bapak dan ibu guru. Kelereng dan koin dibungkus di bagian tertentu kaos, lalu diikat kuat dengan karet gelang. “Iki sing bakal dadi pola batikmu,” ujar salah satu guru sambil membantu siswa mengikat kaos dengan hati-hati.
Proses Pewarnaan: Warna Dasar Kuning yang Menyatukan
Setelah motif selesai, kegiatan dilanjutkan dengan proses pewarnaan kaos. Semua kelas menggunakan warna dasar kuning, namun setiap tingkat memiliki kombinasi warna yang berbeda:
Kelas 1: kuning dan hijau
Kelas 2: kuning dan biru navi
Kelas 3: kuning dan biru laut
Kelas 4: kuning dan merah
Kelas 5: kuning dan violet
Kelas 6: kuning dan cokelat
Anak-anak mencelupkan kaos mereka ke dalam wadah pewarna dengan hati-hati, sambil tersenyum melihat warna mulai menyebar di kain. Suasana penuh keceriaan, tangan-tangan kecil sibuk menciptakan karya yang unik dan berwarna.
Kreativitas, Kebersamaan, dan Cinta Budaya
Kegiatan membatik jumput ini bukan sekadar membuat kaos berwarna, tetapi juga menumbuhkan nilai kreativitas siswa, kerja sama, dan cinta budaya Indonesia.
Guru menjelaskan bahwa membatik jumput adalah teknik pewarnaan tradisional yang mudah dipelajari anak-anak, sekaligus mengenalkan warisan budaya bangsa dengan cara yang menyenangkan.
Anak-anak saling membantu, berbagi ide motif, dan menjaga kebersihan area kerja. Tawa mereka berpadu dengan warna-warna cerah yang menghiasi kaos, menciptakan suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Kaos Karya Sendiri untuk Gelar Karya Desember
Kaos hasil membatik jumput ini akan dikenakan pada Gelar Karya bulan Desember mendatang. Setiap anak akan tampil dengan kaos hasil karyanya sendiri — simbol kebanggaan dan hasil kerja keras mereka.
“Kaos iki bakal dadi kenangan sing ora iso dilalekke,” ujar seorang siswa sambil memamerkan hasil batiknya yang berwarna cerah.
Penutup
Kegiatan kokurikuler membatik jumput di SDN Banjarsari menjadi bukti bahwa belajar bisa menyenangkan dan bermakna. Dari selembar kaos putih, lahirlah karya penuh warna yang mencerminkan semangat, kreativitas, dan cinta budaya anak-anak Indonesia.
Satu warna, satu karya, satu kebanggaan untuk SDN Banjarsari!
What's Your Reaction?