Gerakan Jum’at Bersih, Komitmen SMP Negeri 1 Candi Ciptakan Lingkungan Sekolah Sehat
#adiwiyata #smpn1candi #smp #drainase #sekolah sehat
Candi — Dalam rangka menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan dan lingkungan, SMP Negeri 1 Candi secara rutin melaksanakan kegiatan Jumat Bersih sebagai bagian dari dukungan terhadap program Adiwiyata, Jumat (23/1/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh warga sekolah melalui kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah. Kepala SMP Negeri 1 Candi, Bapak Heri Kristianto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa Jumat Bersih bertujuan menanamkan budaya hidup bersih dan peduli lingkungan kepada peserta didik sejak dini. Budaya tersebut diharapkan menjadi kebiasaan yang berkelanjutan demi mewujudkan lingkungan belajar yang sehat, nyaman, dan berwawasan lingkungan.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pengarahan dari Bapak Muhammad Misbachul Munir, S.Pd. terkait pembagian tugas dan area kerja. Kegiatan Jumat Bersih meliputi pembersihan drainase sekolah, menjaga sanitasi sekolah agar tetap bersih dan sehat, membersihkan kelas masing-masing, serta merawat lingkungan dan kavling taman sekolah.
Pembersihan drainase sekolah menjadi salah satu fokus penting dalam kegiatan Jumat Bersih. Selokan dan saluran air dibersihkan dari endapan lumpur, sampah plastik, daun kering, serta material lain yang dapat menghambat aliran air. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya genangan air, bau tidak sedap, serta mengurangi risiko berkembangnya sarang nyamuk yang dapat berdampak pada kesehatan warga sekolah. Dengan drainase yang bersih dan berfungsi dengan baik, lingkungan sekolah menjadi lebih sehat dan aman, terutama saat musim hujan.
Peserta didik kelas IX melaksanakan kegiatan kerja bakti dengan fokus pada pembersihan dan penataan kavling kelas. Kegiatan ini meliputi penyapuan area kavling, pengumpulan sampah organik dan anorganik, serta perapian tanaman yang ada di sekitar kavling. Selain itu, peserta didik kelas IX juga melakukan penataan ulang tanaman hias sehingga kavling terlihat lebih rapi, terawat, dan estetis. Kegiatan tersebut tidak hanya berdampak pada kebersihan fisik lingkungan, tetapi juga melatih rasa tanggung jawab peserta didik terhadap area yang menjadi tanggung jawabnya.
Peserta didik kelas VIII menunjukkan bentuk kerja sama yang baik dalam membereskan sampah- sampah yang tidak lagi digunakan. Sampah tersebut diklasifikasikan sesuai jenisnya, kemudian dikumpulkan dalam kantong plastik besar dan keranjang sampah yang telah disediakan. Selain itu, peserta didik kelas VIII juga melakukan penyiangan rumput liar yang tumbuh di taman depan kelas. Rumput liar yang sebelumnya membuat taman tampak kurang terawat berhasil dibersihkan, sehingga taman kembali terlihat rapi dan nyaman dipandang. Kegiatan ini mencerminkan adanya kesadaran peserta didik terhadap pentingnya menjaga keindahan lingkungan sekolah.
Sementara itu, peserta didik kelas VII melaksanakan kegiatan gotong royong dalam membersihkan kolam yang berada di lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut meliputi pengangkatan sampah yang mengendap di dalam kolam, pembersihan lumut di dinding kolam, serta penyapuan area sekitar kolam. Hasilnya, kolam menjadi lebih bersih, air terlihat lebih jernih, dan lingkungan sekitar kolam menjadi lebih sehat serta aman.
Seluruh peserta didik terlibat aktif dalam kegiatan kebersihan sesuai dengan pembagian tugas masing-masing. Kegiatan ini menunjukkan adanya kerja sama yang baik antar peserta didik, serta terciptanya suasana kebersamaan dan gotong royong. Selain itu, peserta didik juga tampak lebih disiplin dalam menggunakan peralatan kebersihan dan menjaga keselamatan selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, rapi, dan nyaman. Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kebersihan fisik lingkungan sekolah, seperti ruang kelas, taman, kavling, kolam, dan saluran drainase, tetapi juga berpengaruh positif terhadap sikap dan perilaku peserta didik.
Dengan demikian, kegiatan Jumat Bersih dapat dijadikan sebagai salah satu strategi efektif dalam mendukung program Adiwiyata serta sebagai sarana pembelajaran kontekstual yang mampu membentuk karakter peserta didik yang peduli terhadap lingkungan. Apabila kegiatan ini dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan, maka diharapkan dapat tercipta budaya sekolah yang bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan berkelanjutan.
(Sekbid 5 Osis)
What's Your Reaction?