Mengawali Hari dengan Cahaya: SDN Banjarsari Sambut Siswa dengan Sholat Dhuha, Istighosah, dan Tadarus Al-Qur’an di Hari Pertama Sekolah
Banjarsari - 23 Februari 2026 Hari pertama masuk sekolah setelah libur awal puasa menjadi momen yang penuh semangat sekaligus khidmat. Suasana pagi di sekolah terasa berbeda, bukan hanya karena keceriaan siswa yang kembali bertemu teman-teman dan guru, tetapi juga karena kegiatan istimewa yang mengawali hari tersebut. Senin pagi ini, halaman sekolah dipenuhi wajah ceria siswa yang rindu akan kebersamaan. Guru dan murid berkumpul dalam kegiatan penuh makna: Sholat Dhuha, Istighosah Bersama, dan Tadarus Al-Qur’an sebagai pembuka hari pertama masuk sekolah.
Sholat Dhuha: Awal yang Menenangkan
Deretan siswa tampak khusyuk menunaikan Sholat Dhuha. Gerakan sholat yang serempak menciptakan suasana damai, seolah menegaskan bahwa langkah pertama menuju ilmu harus diawali dengan doa dan ketenangan hati. Guru-guru mendampingi dengan senyum hangat, memberi teladan bahwa ibadah adalah fondasi utama dalam menuntut ilmu.
Istighosah Bersama: Doa yang Mengikat Hati
Selepas sholat, lantunan doa istighosah menggema. Suara siswa yang masih polos berpadu dengan suara guru yang penuh penghayatan, menciptakan harmoni spiritual yang menyentuh. Beberapa siswa tampak menutup mata dengan khidmat, sementara yang lain menengadahkan tangan dengan penuh harapan. Guru-guru pun terlihat terharu, merasakan kebersamaan yang erat dalam memohon keberkahan dan kelancaran belajar di bulan suci.
Tadarus Al-Qur’an: Merajut Cahaya Ilahi
Kegiatan ditutup dengan tadarus Al-Qur’an. Suara bacaan ayat suci bergema di ruang kelas, menghadirkan ketenangan sekaligus semangat baru. Ada siswa yang membaca dengan lancar penuh percaya diri, ada pula yang masih terbata-bata namun tetap berusaha. Guru menyemangati dengan senyum dan tepukan lembut di bahu, membuat suasana terasa hangat dan penuh kasih.
Suasana yang Hidup dan Bermakna
Hari pertama ini bukan sekadar kembali ke sekolah, melainkan sebuah perayaan spiritual. Ekspresi siswa yang ceria bercampur dengan kekhusyukan doa, menciptakan momen yang sulit dilupakan. Guru dan murid bersama-sama meneguhkan niat: belajar bukan hanya untuk ilmu dunia, tetapi juga untuk bekal akhirat.
What's Your Reaction?