Tiket Pulang Berbayar Sampah: Revolusi Hijau SMPN 1 Krembung Lewat Program Tuntas Botol

Jun 4, 2026 - 16:48
 0  2
Tiket Pulang Berbayar Sampah: Revolusi Hijau SMPN 1 Krembung Lewat Program Tuntas Botol

Sidoarjo– SMP Negeri 1 Krembung menerapkan aturan unik bagi murid-muridnya sebelum meninggalkan area sekolah. Setiap murid diwajibkan menyetorkan satu botol plastik bekas sebagai "tiket" untuk bisa pulang ke rumah. Langkah ini merupakan bagian dari Program Tuntas Botol yang diinisiasi sekolah untuk menekan tumpukan sampah plastik yang kian meningkat setiap harinya.

Jenis sampah yang menjadi fokus utama dalam program ini adalah botol plastik kemasan air mineral atau minuman ringan. Dengan adanya kewajiban ini, murid diajak untuk lebih peka terhadap kebersihan lingkungan sekolah sekaligus bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan dari aktivitas konsumsi mereka sehari-hari.

Pihak sekolah menjelaskan bahwa ide ini muncul dari keprihatinan melihat volume sampah botol plastik di lingkungan sekolah. Melalui program tiket pulang ini, murid secara otomatis akan mencari dan mengumpulkan botol-botol yang berserakan, sehingga halaman maupun koridor sekolah kini tampak lebih bersih dan asri.

Sampah botol plastik yang telah terkumpul tidak dibuang begitu saja. SMPN 1 Krembung memiliki sistem pengelolaan yang terintegrasi untuk memberikan nilai tambah pada sampah tersebut. Sebagian botol dimanfaatkan oleh murid untuk kegiatan prakarya dan penghijauan sekolah, seperti pembuatan ecobrick, pot bunga, hingga berbagai hiasan dinding untuk mempercantik ruang kelas.

Selain diolah menjadi barang kreatif, sisa botol plastik yang terkumpul dalam jumlah besar disalurkan melalui unit bank sampah sekolah. Dalam pelaksanaannya, sekolah menjalin kerja sama dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Mojoruntut untuk memastikan distribusi sampah plastik tersebut masuk ke jalur daur ulang yang tepat dan tidak mencemari lingkungan desa sekitar.

Tujuan utama dari Program Tuntas Botol ini bukan sekadar urusan kebersihan fisik semata, melainkan juga sebagai sarana pendidikan karakter bagi para murid. Dengan membiasakan diri membawa satu botol setiap pulang, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga ekosistem.

"Alhamdulillah, melalui program ini murid-murid jadi lebih disiplin. Mereka belajar bahwa sampah bukan hanya masalah petugas kebersihan, tapi tanggung jawab setiap individu," ungkap Siti Noer, salah satu penggerak program di SMPN 1 Krembung.

Hasil dari program ini mulai terlihat memuaskan. Sejak digulirkan, titik-titik tumpukan sampah plastik di area kantin dan taman sekolah berkurang drastis. Para murid pun mulai terbiasa memilah sampah sejak dini, sebuah kebiasaan positif yang diharapkan bisa mereka bawa dan terapkan di lingkungan rumah serta masyarakat luas.

Melalui sinergi antara guru, murid, dan pihak luar seperti TPA Desa Mojoruntut, SMP Negeri 1 Krembung optimis dapat mewujudkan lingkungan sekolah yang bebas sampah plastik sekaligus mencetak generasi muda yang berwawasan lingkungan

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow